Selasa, 29 April 2014

Berperang Dengan Batin



Masalah datang pada siapa saja, kapan saja  dan dimana saja. Masalah datang kepada setiap manusia. Masalah datang seenaknya saja dan sesuka hatinya. Masalah datang untuk diselesaikan bukan untuk dihindari karena menghindari masalah bukan cara yang benar dan itu bukan menyelesaikan masalah tetapi malah menambah masalah. Sudah dibilang masalah datang pada siapa saja, ya masalah sekarang datang pada gadis cantik berusia 17 tahun. Gadis itu bernama clara, gadis cantik ini lahir di bandung 9 september 1997. Gadis ini terkenal baik, ceria, dan sangat friendly. Hari – harinya selalu berwarna karena selalu dipenuhi dengan candaan, tapi saat dia pulang kerumah suasana hatinya berubah dia tidak lagi seceria saat dia dengan teman – temannya. Saat pulang kerumah dia selalu merasa kesepian, dia merasa bahwa orang dirumahnya tidak ada yang peduli, kalau sudah begitu dia hanya bisa menangis didalam kamar. Menurutnya menangis membuatnya agak sedikit lega ketimbang memendam sendiri tanpa menangis. Ya memang clara sangat suka sekali cerita kepada temennya, apalagi cerita kepada temannya bukan temenya lebih tepatnya sahabat, dia selalu cerita kepada sahabatnya yang bernama syila. Tetapi akhir akhir ini dia sangat jarang cerita kepada sahabatnya dia lebih suka memendamnya sendiri karena menurut dia tidak semua masalah yang dialaminya harus dicerita kepada sahabatnya, ada masalah yang sangat tidak ingin ia ceritakan kepada sahabatnya itu. Masalah yang sedang dia hadapi sekarang adalah masalah orang tuanya yang sangat suka marah marah padanya tanpa sebab, dia tau bahwa bundanya  itu sedang mempunyai masalah sendiri dikantornya dan bundanya melampiaskan kemarahan itu kepada clara. Clara sangat tidak suka diperlakukan seperti itu oleh bundanya, dia sangat kesal ingin marah namun dia tidak tau ingin melampiaskan kemarahannya pada siapa. Clara tau masalah yang lagi dihadapi bundanya itu masalah yang dibuat oleh bundanya sendiri tapi budanya tidak menyadarinya. Ingin sekali dia mengakatakan kepada bundanya “bunda masalah yang lagi bunda hadapi itu masalah yang bunda perbuat sendiri”, tapi clara tidak berani mengatakan itu kepada bundanya jadi clara  hanya bisa menangis, menagis, menangis dan menangis. Clara sangat tidak suka dimarahi bundanya tanpa sebab dan jelas kesalahanya apa. Clara sangat tidak suka masalah kecil yang perbuatnya dan dianggap masalah besar oleh bundanya dan ujung – ujungnya dia dimarahi habis – habisan oleh bundanya. Ada terlintas benaknya, ia ingin kabur entah kemana dan ingin menenangkan diri. Ia juga ingin sekali menangis dipundak sahabatnnya. Syila. Tanpa ada sepatah kata pun yang keluar dari mulutnya. Jika sudah seperti itu clara ingin sekali menjadi anak – anak yang polos, tidak tau apa – apa tentang semuanya dan tidak memikirkan apa apa. Clara berikir jika ia terus tekanan batin seperti ini apa yang akan terjadi kedepannya. Apakah ia masih bisa tersenyum lepas tanpa beban seperti dulu, seceria seperti dulu, bahagia seperti dulu. Clara takut jika dia sudah sangat frustasi dengan semua ini dia akan melakukn hal – hal yang tidak – tidak. Clara seperti berperang dengan batinnya. Mencoba terlihat baik – baik saja dihadapan teman dan sahabatnya, mencoba tersenyum lepas dihadapan teman dan sahabatnya. Mencoba seceria mungkin dihadapan teman dan sahabatnya. Dia tidak ingin teman dan sahabatnya tau bahwa dia sedang berperang dengan batinnya karena masalah yang sedang dihadapinya sekarang ini. Clara, Ia hanya bisa berdo’a kepada tuhan supaya bundanya diberi kesadaran dan hidupnya seperti dulu. BAHAGIA!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar