Masalah datang
pada siapa saja, kapan saja dan dimana
saja. Masalah datang kepada setiap manusia. Masalah datang seenaknya saja dan
sesuka hatinya. Masalah datang untuk diselesaikan bukan untuk dihindari karena
menghindari masalah bukan cara yang benar dan itu bukan menyelesaikan masalah
tetapi malah menambah masalah. Sudah dibilang masalah datang pada siapa saja,
ya masalah sekarang datang pada gadis cantik berusia 17 tahun. Gadis itu
bernama clara, gadis cantik ini lahir di bandung 9 september 1997. Gadis ini
terkenal baik, ceria, dan sangat friendly. Hari – harinya selalu berwarna
karena selalu dipenuhi dengan candaan, tapi saat dia pulang kerumah suasana
hatinya berubah dia tidak lagi seceria saat dia dengan teman – temannya. Saat
pulang kerumah dia selalu merasa kesepian, dia merasa bahwa orang dirumahnya
tidak ada yang peduli, kalau sudah begitu dia hanya bisa menangis didalam
kamar. Menurutnya menangis membuatnya agak sedikit lega ketimbang memendam
sendiri tanpa menangis. Ya memang clara sangat suka sekali cerita kepada
temennya, apalagi cerita kepada temannya bukan temenya lebih tepatnya sahabat,
dia selalu cerita kepada sahabatnya yang bernama syila. Tetapi akhir akhir ini
dia sangat jarang cerita kepada sahabatnya dia lebih suka memendamnya sendiri
karena menurut dia tidak semua masalah yang dialaminya harus dicerita kepada
sahabatnya, ada masalah yang sangat tidak ingin ia ceritakan kepada sahabatnya
itu. Masalah yang sedang dia hadapi sekarang adalah masalah orang tuanya yang
sangat suka marah marah padanya tanpa sebab, dia tau bahwa bundanya itu sedang mempunyai masalah sendiri
dikantornya dan bundanya melampiaskan kemarahan itu kepada clara. Clara sangat
tidak suka diperlakukan seperti itu oleh bundanya, dia sangat kesal ingin marah
namun dia tidak tau ingin melampiaskan kemarahannya pada siapa. Clara tau
masalah yang lagi dihadapi bundanya itu masalah yang dibuat oleh bundanya
sendiri tapi budanya tidak menyadarinya. Ingin sekali dia mengakatakan kepada
bundanya “bunda masalah yang lagi bunda
hadapi itu masalah yang bunda perbuat sendiri”, tapi clara tidak berani
mengatakan itu kepada bundanya jadi clara hanya bisa menangis, menagis, menangis dan
menangis. Clara sangat tidak suka dimarahi bundanya tanpa sebab dan jelas
kesalahanya apa. Clara sangat tidak suka masalah kecil yang perbuatnya dan
dianggap masalah besar oleh bundanya dan ujung – ujungnya dia dimarahi habis –
habisan oleh bundanya. Ada terlintas benaknya, ia ingin kabur entah kemana dan
ingin menenangkan diri. Ia juga ingin sekali menangis dipundak sahabatnnya. Syila.
Tanpa ada sepatah kata pun yang keluar dari mulutnya. Jika sudah seperti itu clara
ingin sekali menjadi anak – anak yang polos, tidak tau apa – apa tentang
semuanya dan tidak memikirkan apa apa. Clara berikir jika ia terus tekanan
batin seperti ini apa yang akan terjadi kedepannya. Apakah ia masih bisa
tersenyum lepas tanpa beban seperti dulu, seceria seperti dulu, bahagia seperti
dulu. Clara takut jika dia sudah sangat frustasi dengan semua ini dia akan
melakukn hal – hal yang tidak – tidak. Clara seperti berperang dengan batinnya.
Mencoba terlihat baik – baik saja dihadapan teman dan sahabatnya, mencoba
tersenyum lepas dihadapan teman dan sahabatnya. Mencoba seceria mungkin
dihadapan teman dan sahabatnya. Dia tidak ingin teman dan sahabatnya tau bahwa
dia sedang berperang dengan batinnya karena masalah yang sedang dihadapinya
sekarang ini. Clara, Ia hanya bisa berdo’a kepada tuhan supaya bundanya diberi
kesadaran dan hidupnya seperti dulu. BAHAGIA!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar